Pembuktian Ilmiah Keaslian AlQur'an sebagai Firman Allah SWT
Halaman 433 sampai 440 novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy
Pertama, ada Dr. Gary Miller. Ilmuwan ini mengatakan bahwa sebelum Al Qur'an diturunkan dan Muhammad SAW diangkat menjadi rosul, seorang Filsuf Yunani Democritus telah menyampaikan pendapatnya tentang atom.
Democritus dan para filsuf berkata:
" Materi terdiri atas partikel-partikel yang sangat kecil yang tidak terlihat dan tidak bisa dibagi, partikel-partikel tersebut disebut atom. Itulah definisi ilmiah yang diketahui manusia selama ribuan tahun.
"Orang Arab telah mengetahui definisi ini jauh sebelum Islam datang. Buktinya, kata 'Dzarah' atau 'atom' menurut orang Arab adalah bagian terkecil yang diketahui oleh manusia. Namun sekarang ini, ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa atom yang dianggap bagian terkecil dari materi masih bisa dibagi lagi. Hal itu dianggap sebagai penemuan baru pada science modern. Yang mengherankan, Al Qur'an yang diturunkan empat belas abad lalu ternyata telah terlebih dahulu memberi informasi ilmiah ini. Allah berfirman dalam Al Qur'an surat Yunus:61 sebagai berikut:
"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarrah (atom) di bumi maupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak ada yang lebih besar dari itu melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (lauhul mahfudz)"
"Tidak diragukan lagi penjelasan bahwa ada yang lebih kecil dari atom seperti yang ada pada ayat di atas adalah hal yang sama sekali tidak popoler.
Jumat, 14 Mei 2010
Musriyatun Salut pada Percakapan Mengadung Ilmu pada novel Bumi Cinta
Tokoh Ayyas membantah anggapan buruk DR Annastasia Palazzo pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El shirazy.
Saat DR Annastasia Palazzo yang Katolik Tulen menganggap bahwa ritual sholat yang harus ada sujud meletakkan kening di atas tanah merupakan cara-cara suku asing di belantara yang tak menyentuh peradaban, jauh dari modern dan ia merasa jijik, Tokoh Ayyas memberikan penjelasan yang masuk akal pada novel halaman 209.
Inilah cuplikannya:
"Itu adalah cara ibadah terbaik yang diajarkan Allah kepada manusia sejak manusia ada. Cara ibadah yang paling beretika dan paling modern bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah"
"Islam artinya menyerahkan diri secara total kepada Allah, tunduk secara penuh kepada Allah. Maka dalam ajaran Islam, saat dan tempat yang paling dekat seorang hamba dengan Allah adalah ketika hamba itu sedang bersujud kepada Allah.
"Ketundukan seorang Muslim yang total kepada Allah, nampak jelas ketika sujud kepada Allah. Kepala dan muka adalah bagian paling mulia bagi manusia. Bagian yang paling mulia itu harus ditundukkan sepenuhnya dengan keihklasan kepada Allah. Tidak ada yang lebih agung dan lebih besar dari Allah. Inilah ibadah yang total tidak setengah-setengah. Penyembahan yang total hanya kepada Allah.
Jadi cara ibadah dengan bersujud adalah ketundukan yang total bukan perilaku menjijikkan. Kalau beribadah tidak dengan cara sujud karena merasa hal itu menurutnya perilaku menjijikkan, maka maaf orang itu masih sombong dan dia merasa diri setara dengan Tuhan, sebab ia tidak mau sujud.
Saat DR Annastasia Palazzo yang Katolik Tulen menganggap bahwa ritual sholat yang harus ada sujud meletakkan kening di atas tanah merupakan cara-cara suku asing di belantara yang tak menyentuh peradaban, jauh dari modern dan ia merasa jijik, Tokoh Ayyas memberikan penjelasan yang masuk akal pada novel halaman 209.
Inilah cuplikannya:
"Itu adalah cara ibadah terbaik yang diajarkan Allah kepada manusia sejak manusia ada. Cara ibadah yang paling beretika dan paling modern bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah"
"Islam artinya menyerahkan diri secara total kepada Allah, tunduk secara penuh kepada Allah. Maka dalam ajaran Islam, saat dan tempat yang paling dekat seorang hamba dengan Allah adalah ketika hamba itu sedang bersujud kepada Allah.
"Ketundukan seorang Muslim yang total kepada Allah, nampak jelas ketika sujud kepada Allah. Kepala dan muka adalah bagian paling mulia bagi manusia. Bagian yang paling mulia itu harus ditundukkan sepenuhnya dengan keihklasan kepada Allah. Tidak ada yang lebih agung dan lebih besar dari Allah. Inilah ibadah yang total tidak setengah-setengah. Penyembahan yang total hanya kepada Allah.
Jadi cara ibadah dengan bersujud adalah ketundukan yang total bukan perilaku menjijikkan. Kalau beribadah tidak dengan cara sujud karena merasa hal itu menurutnya perilaku menjijikkan, maka maaf orang itu masih sombong dan dia merasa diri setara dengan Tuhan, sebab ia tidak mau sujud.
Kamis, 13 Mei 2010
Ketertarikan Musriyatun pada novel Habiburrahman el shirazy
Novel terakhir yang kubaca adalah Bumi Cinta kubeli saat di kotaku Kota Pekalongan menggelar event Pameran Buku. Novel setebal 546 halaman ini kuselesaikan kurang dari 24 Jam. Dengan rasa penasaran pada setiap karyanya, aku membaca mulai pukul 21.30 hingga pukul 03.00 tentu saja diseling kewajiban sholat dan kewajiban lainnya. Mataku sampai pedas tapi hatiku tak terpenuhi jika belum selesai. Maka, kulanjutkan paginya dan berakhir pada pukul 16.00 novel pun terselesaikan. Tuntas rasanya rasa penasaranku pada karya Habiburrahman yang terakhir ini.
Hal yang paling membuatku tertarik adalah dia selalu menyuguhkan tokoh yang cerdas sekaligus tangguh seperti kali ini adalah tokoh Ayas.
Selain itu hal lain yang kusukai ada ilmu tentang ketuhanan yang dibeberkan di sana yang tentu saja bagiku lebih menguatkan keimananku yang kadang naik turun seperti manusia lain biasanya. Seperti pada paparan novelnya di halaman 204-205. Tokoh Ayas memberikan alasan yang bisa menjungkirkan pandangan tokoh Katholik Doktor Anastasia Palazzo yang menganggap orang Islam itu bodoh karena menyembah batu persegi empat yang disebut ka'bah. Jawaban tokoh Ayas sangat mengena dan membuat orang pandai ilmu itu merasa diri tahu bahwa ia salah pemikirannya tentang hal itu. Demikian kutipannya:
"Ka'bah sesungguhnya hanyalah kiblat, yaitu arah di mana kaum Muslim menghadapkan wajahnya ketika sholat. Jadi ketika sholat seorang muslim sama sekali tidak menyembah Ka'bah yang tak lain adalah batu persegi empat. Sekali lagi tidak. Yang disembah seorang Muslim hanya Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang diikrarkan seorang muslim pertama kali masuk Isalam adalah aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah."
Seorang muslim, rukuk dan sujud hanya karena Allah.
"Tujuan sholat menghadap ke arah yang sama , yaitu ke arah ka'bah adalah untuk menyatukan umat Islam di manapun berada. Jika tidak disatukan kiblatnya, umat Islam akan susah melaksanakan sholat berjamaah. Dalam satu masjid nanti orang bisa menghadap ke arah yang berlainan. Ibadah sholat jadi tidak khusuk. Persatuan tidak mudah tercipta.
"Demi menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia, Allah memerintahkan umat Islam menghadap Ka'bah ketika sholat."
" Kalau kita baca sejarah dengan saksama, yang menggambar peta dunia pertama kali adalah orang Islam. Orang Islam menggambar peta dunia dengan penunjuk arah selatan menghadap ke atas, sedang arah utara menghadap ke bawah. Dan bangunan Ka'bah berada di tengah-tengahnya. Jadi, dalam pandangan Islam saat itu kabah berada di tengah-tengah peta dunia. Dan ketika para pembuat peta dari barat menggambar dunia dengan cara terbalik, artinya arah utara menghadap ke atas dan arah selatan menghadap ke bawah. Alhamdulillah Ka'bah tetap berada di bagian tengah peta dunia.
Hal yang paling membuatku tertarik adalah dia selalu menyuguhkan tokoh yang cerdas sekaligus tangguh seperti kali ini adalah tokoh Ayas.
Selain itu hal lain yang kusukai ada ilmu tentang ketuhanan yang dibeberkan di sana yang tentu saja bagiku lebih menguatkan keimananku yang kadang naik turun seperti manusia lain biasanya. Seperti pada paparan novelnya di halaman 204-205. Tokoh Ayas memberikan alasan yang bisa menjungkirkan pandangan tokoh Katholik Doktor Anastasia Palazzo yang menganggap orang Islam itu bodoh karena menyembah batu persegi empat yang disebut ka'bah. Jawaban tokoh Ayas sangat mengena dan membuat orang pandai ilmu itu merasa diri tahu bahwa ia salah pemikirannya tentang hal itu. Demikian kutipannya:
"Ka'bah sesungguhnya hanyalah kiblat, yaitu arah di mana kaum Muslim menghadapkan wajahnya ketika sholat. Jadi ketika sholat seorang muslim sama sekali tidak menyembah Ka'bah yang tak lain adalah batu persegi empat. Sekali lagi tidak. Yang disembah seorang Muslim hanya Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang diikrarkan seorang muslim pertama kali masuk Isalam adalah aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah."
Seorang muslim, rukuk dan sujud hanya karena Allah.
"Tujuan sholat menghadap ke arah yang sama , yaitu ke arah ka'bah adalah untuk menyatukan umat Islam di manapun berada. Jika tidak disatukan kiblatnya, umat Islam akan susah melaksanakan sholat berjamaah. Dalam satu masjid nanti orang bisa menghadap ke arah yang berlainan. Ibadah sholat jadi tidak khusuk. Persatuan tidak mudah tercipta.
"Demi menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia, Allah memerintahkan umat Islam menghadap Ka'bah ketika sholat."
" Kalau kita baca sejarah dengan saksama, yang menggambar peta dunia pertama kali adalah orang Islam. Orang Islam menggambar peta dunia dengan penunjuk arah selatan menghadap ke atas, sedang arah utara menghadap ke bawah. Dan bangunan Ka'bah berada di tengah-tengahnya. Jadi, dalam pandangan Islam saat itu kabah berada di tengah-tengah peta dunia. Dan ketika para pembuat peta dari barat menggambar dunia dengan cara terbalik, artinya arah utara menghadap ke atas dan arah selatan menghadap ke bawah. Alhamdulillah Ka'bah tetap berada di bagian tengah peta dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)